Senin, 11 April 2016

7_Fungsi_Tombol_Windows_Buat_Kalian_Yang_Belum_Tahu

[ads1]Palingseru.com - Ketika mengaplikasikan komputer , banyak sekali orang yang belum mengetahui tombol - tombol di PC yang sebenarnya dapat digunakan agar lebih cepat saat melakukan pemograman. Ketika komputer dihidupkan , orang tau jika tombol windows ini digunakan hanya untuk melakukan star menu saja. Padahal tombol windows ini memiliki banyak fungsinya. Ada sejumlah fungsi tersembunyi yang ada di tombol windows ini dan kamu wajib mengetahuinya.
Nah, agar kamu lebih mudah lagi saat mengoperasikan komputer lebih cepat hanya dengan menekan tombol windows. Yuk, simak beberapa fungsi tombol windows yang wajib kamu ketahui.
1. Membuka Explore
Salah satu fungsi tombol windows yang tidak kamu ketahui yakni tombol windows bisa berfungsi untuk membuka explore. Explore yang dapat dilakukan dengan menggunakan tombol windows ini dengan menekan tombol Windows + E . Dengan cara ini kamu langsung bisa mengaplikasi komputer
2. Zoom In/Out Layar
Tombol windows juga memiliki fungsi untuk zoom in atau out layar hanya dengan menekan kombinasi tombol Windows dan "+" secara bersamaan, sementara untuk memperkecil cukup menggantinya dengan tombol "-". Dengan menekan secara bersamaan ini kamu tak perlu susah - susah lagi melihat tampilan gambar diperkecil atau diperbesar.
3. Minimize Semua Jendela
Jika biasanya kamu meminimize semua jendela dengan menekan ikon (-) pada ujung atas layar . Kini kamu tak perlu susah - susah lagi , hanya dengan menekan tombol Windows + D secara bersamaan kamu bisa meminimize semua jendela.
4. Berpindah Jendela
Jika biasanya kamu ingin berpindah jendela dengan meminimize terlebih dahulu tab yang telah dibuka , kini ada cara yang lebih mudah lagi berpindah jendela dengan menggunakan tombol windows yakni dengan menekan kombinasi tombol Windows + Tab.
5. Kunci Layar
Saat mengaplikasi komputer, terkadang ada beberapa hal yang menghambat kamu untuk meninggalkan komputer . Jika komputer terlalu sering di Shut Down maka akan membuat komputer cepat rusak. Untuk itu kamu tidak perlu mematikan komputer ketika ingin meninggalkan komputer. Kamu hanya perlu mengunci layar agar komputer tidak beroperasi sementara dengan menekan tombol Windows + L.
6. Run
Tombol windows juga dapat digunakan untuk Run saat melakukan pencarian yakni dengan menekan tombol Windows + R kamu sudah bisa Run saat mengaplikasikan komputer.
7. Aktifkan Alat Perekam
Mungkin ketika kamu sedang dalam keadaan yang genting dalam suatu kejadian dan kamu perlu bukti untuk merekam percakapan tersebut . Kamu tidak perlu berlama - lama mengaktifkan fitur alat perekam di PC kamu yakni hanya dengan menekan tombol Windows + R, kemudian masukkan kata psr.exe, maka menu recording akan tersedia dalam tampilan jendela yang kecil.
Nah, itulah dia ketujuh fungsi tombol windows yang perlu kamu ketahui.

Rabu, 06 April 2016

Ini Daftar 17 Nama Anggota DPRD DKI Penerima Dana Haram Kasus Sanusi

Ini Daftar 17 Nama Anggota DPRD DKI Penerima Dana Haram Kasus Sanusi

Ini Daftar 17 Nama Anggota DPRD DKI Penerima Dana Haram Kasus Sanusi
Top Content 525 x 80
Laporan: Evi Ariska
JAKARTA, Tigapilarnews – Beredar di kalangan wartawan daftar 17 nama anggota DPRD DKI yang diduga menerima suap dana korupsi dari kasus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang reklamasi pesisir utara Jakarta.
Dari kasus tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan tiga tersangka, yakni anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Muhamad Sanusi (penerima), Presiden Direktur Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja (pemberi suap) dan TTT selaku karyawan PT APL (perantara pemberi suap). Nilai korupsi kasus ini sebesar Rp1,14 miliar.
Berikut daftar 17 nama Anggota DPRD DKI Jakarta penerima dana haram Raperda reklamasi pesisir utara Jakarta tahap pertama serta jenis suapnya:
1. Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI dari FPDIP, jalan jalan ke USA beserta keluarga tahun baru 2016.
2. M. Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI-GERINDRA, jalan jalan ke USA tahun baru 2016
3. M. Ongen Sangaji, FHanura, jalan jalan ke Amerika tahun baru 2016 dan mobil alphard
4. M Panji- FPDIP, jalan jalan ke Amerika tahun baru 2016
5. Selamat Nurdin-FPKS, umroh beserta keluarga dan mobil alphard
6. Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD FPKS, umroh beserta keluarga dan mobil alphard
7. Bestari Barus-FNasdem, mobil alphard
8. Lucky Sastrawiria-FDemokrat
9. Taifiqurrohman-FDemokrat
10. Jonni Simanjuntak-FPDIP
11. Syahrial-FPDIP
12. Mery Hotma-FPDIP
13. Abdul Ghoni-FGerindra, mobil alphard
14. Prabowo Soenirman-FGerindra
15. Iman Satria-FGerindra
16. M. SANUSI-FGerindra
17. Hasbiallah Ilyas-FPKB, mobil alphard.

Selasa, 05 April 2016

GP Ansor, Garda Bangsa, dan Banser NU Siap Bubarkan FPI

GP Ansor, Garda Bangsa, dan Banser NU Siap Bubarkan FPI



Indoheadlinenews.com - Sedikitnya 5.000 anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP-Anshor) dan Garda Bangsa Kecamatan Sukarkarsa, Kabupaten Bekasi mendesak pemerintah segera membubarkan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI). 
 

Massa FPI tidak pantas hidup di bumi Indonesia, karena melakukan tindakan anarkis dan kekerasan terhadap masyarakat. Seharusnya, kata dia, FPI yang bernapaskan Islam menghindari tindak kekerasan dan anarkis, karena dalam ajaran Islam tidak mengenal aksi brutal yang menyakiti sesama teman. 
 
Dukung Gus Dur
 

Selain itu, GP Ansor dan Garda Bangsa Sukakarsa juga mendukung pernyataan (alm) Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang mendesak pemerintah segera membubarkan FPI. 
 

"Kalau dalam waktu dua kali dua puluh empat jam pemerintah tidak membubarkan FPI, maka ribuan, bahkan belasan ribu massa yang tergabung dalam GP Ansor dan Garda Bangsa, mengancam unjuk rasa di DPRD Kabupaten Bekasi dan DPR RI," kata Rizal. 
 
Masyarakat Kabupaten dan Kota Bekasi juga diharapkan mewaspadai adanya massa—yang mungkin anggota FPI—menyusup di wilayah ini untuk memperkeruh situasi. 
 

FPI Merusak Citra Bangsa
 

Masyarakat Indonesia yang dikenal berbudi luhur dan berperilaku santun itu, kata dia, hendaknya jangan sampai dikotori oleh perbuatan buruk massa FPI yang dapat merusak citra bangsa dan negara di mancanegara.

Dalam situasi seperti ini, katanya, masyarakat negeri ini hendaknya bersatu-padu merapatkan barisan serta meningkatkan persatuan dan kesatuan melawan FPI, karena meresahkan bangsa dan negara.

2 Ribu Banser Tulungagung Siap Bubarkan FPI

Sekitar 2 ribu personel Barisan Anshor Serba Guna (Banser) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur siap dikerahkan ke Jakarta untuk membantu membubarkan Front Pembeli Islam (FPI). 

"Kapan pun pasukan kami siap diberangkatkan ke Jakarta untuk menghadapi FPI," kata Komandan Banser Satkorcab Tulungagung, Sukarji. 
 
"Kami juga meminta agar pemerintah segera membubarkan FPI karena keberadaannya selama ini hanya merusak kerukunan antar umat beragama," kata Sukarji. Mereka juga menyerukan agar anggota FPI di Jawa Timur segera membubarkan diri dalam waktu tujuh kali 24 jam. "Kalau tidak mau membubarkan diri, biar kami yang akan melakukannya dengan cara kami sendiri," kata Sukarji. (nu.or.id)

Jumat, 01 April 2016

Djarot-Desy_Ratnasari_Dianggap_Sepadan_Lawan_Ahok

JAKARTA - Partai politik (Parpol) harus menyiapkan calon sepadan untuk melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Sosok Djarot Saipul Hidayat dan Desy Ratnasari diyakini mampu melawan Ahok.
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menjelaskan, untuk mengalahkan Ahok pada Pilgub mendatang perlu ada partai yang membuat gebrakan dengan mencalonkan sosok yang dianggap sepadan dengan Ahok.
"Tinggal dua bulan lagi loh, tapi partai-partai belum memunculkan calonnya. Yang muncul malah Yusril, Sandiaga, dan Hasnaeni si Wanita Emas yah berat. Secara popularitas saja masih kurang," jelas Ray Rangkuti dalam diskusi "Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok" di Kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016).
Ray menduga, sejumlah partai besar, seperti Demokrat, PDIP, PPP, Gerindra, Golkar, dan PKS itu tengah gagap dalam menentukan bakal calon gubernurnya itu. Pasalnya, mereka bimbang untuk menentukan siapa sosok yang sama kuatnya dengan Ahok.
"Partai yang saya sebutkan itu koalisi bimbang, gagap. Bingung mereka siapa calonnya yang cocok. Citra Ahok kan sudah besar, tinggi. Hemat saya, Djarot dan Dessy Ratnasari itu bisa, mereka kuat, tegas, dan populer juga loh," pungkasnya.